Popular Post

Sugeng Rawuh ---> Welcome ---> Ahlan wa Sahlan ---> Selamat Datang di Ngroto,Gubug,Grobogan

Thursday, January 11, 2007

ILMU POLITIK

Dalam menelusuri perkembangan Ilmu Politik, kita tidak bisa begitu saja melupakan pemikiran dari Plato dan Aristoteles. Di negara-negara Barat, Plato sering disebut sebagai Bapak Filsafat Politik, sedangkan Aristoteles biasa disebut sebagai Bapak Ilmu Politik. Keduanya melihat Negara dari perspektif filsuf yang umumnya melihat semua ilmu pengetahuan tercakup dalam satu wadah yang terintegrasi.
Aristoteles mengawali pengamatannya dengan mempertimbangkan terlebih dahulu berbagai ide dan nilai-nilai yang banyak diantaranya diwarisi dari gurunya, yaitu Plato.
Sebagai Bapak Metode Ilmiah, Aristoteles meneliti barbagi bentuk pemerintahan yang ada dan mendasarkan kesimpulannya pada pengamatan empiris. Dalam pandangannya, Ilmu Politik dikatakan sebagai ilmu pengetahuan praktis, yang dibedakan dari ilmu pengetahuan teoritis dan produktif.
Secara umum, politik adalah “ macam-macam kegiatan dalam suatu system politik, atau Negara, yang menyangkut proses menentukan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan system itu “. Pendapat lain mengatakan, politik pada dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat ( public goals ) dan bukan tujuan pribadi seseorang ( private goals ).
Konsep pokok dalam definisi politik menurut Miriam Budiardjo adalah : negara ( state ), kekuasaan ( power ), pengambilan keputusan ( decision making ), kebijaksanaan ( policy, beleid ), pembagian ( distribution ) atau alokasi ( allocation ).
Menurut Roger F. Soltau Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari negara, tujuan -tujuan Negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu, hubungan antara Negara dengan warganegaranya serta dengan Negara lain. Sementara itu, J.Barents menegaskan, Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan Negara, yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Ilmu Politik mempelajari Negara-Negara dalam melakukan tugas-tugasnya. Dari kedua pengertian tersebut, Negara diartikan sebagai suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati rakyatnya.

Harold D.Laswell dan A.Kaplan cenderung melihat kekuasaan sebagai konsep utama dalam politik dan menganggap Ilmu Politik pada dasarnya mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. Begitu juga dengan W.A. Robson yang mengatakan bahwa Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasilnya. Sementara itu Joyce Mitchell mengemukakan, politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya. Dan Karl W. Deutsch menandaskan, politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.

Daftar Pustaka :
Haricahyono, Cheppy, Ilmu Politik Dan Perspektifnya, Tiara Wacana & YP2LPM, Yogyakarta, 1986.

0 comments:

Iris : GGD

And i don't want the world to see me, 'cause i don't think that they'd understand, when everything's made to be broken, i just want you to know who i am,,,

My Project

Recent Post