Popular Post

Sugeng Rawuh ---> Welcome ---> Ahlan wa Sahlan ---> Selamat Datang di Ngroto,Gubug,Grobogan

Tuesday, July 3, 2007

Istighotsah Untuk Merapi

Minggu, 30 April 2006 04:15

KEGUNDAHAN warga lereng Merapi adalah kegalauan saudara-saudaranya di Tanah Air. Meski jauh, ribuan warga Semarang menggelar istighotsah, mendoakan saudara-saudaranya di lereng Merapi yang kian hari kian dibelit kekhawatiran akan terjadinya bencana besar.

Dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Ngroto, Gubug, Grobogan, KH Munir Abdullah, ribuan orang memanjatkan doa di Masjid Agung Jawa Tengah, Jalan Gajah Semarang, Jumat malam.

"Jika Allah berkeinginan terjadi, maka terjadilah. Sebaliknya, jika Allah memberi keputusan lain, tentu hal buruk tidak akan terjadi. Karena itulah, kita memohon keselamatan agar terlepas dari bencana yang tidak kita inginkan," ujar Gubernur Jateng, Mardiyanto saat membuka acara tersebut.

Mardiyanto berharap dengan doa yang tidak hanya dipanjatkan warga Merapi, bencana besar yang dikhawatirkan bakal menyembul, dapat dihindarkan. "Hanya Allah yang bisa mengubah semua itu. Dan kita manusia biasa, hanya bisa berharap dan berdoa agar diberi keselamatan dan berkah," tuturnya.

Sekitar satu jam, lantunan ayat-ayat suci Alquran berkumandan. Kemudian diteruskan serangkaian doa istighotsah yang dipimpin langsung Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jateng, KH Munir Abdullah.

Sementara itu, hingga Sabtu (29/4) sore, terjadi enam kali guguran lava Gunung Merapi. Pengamatan visual dari pos pengamatan Babadan menyebutkan guguran tersebut memasuki celah Geger Buaya dan sisi Timur Kubah Lava 97. Namun demikian status Siaga Merapi masih dipertahankan. Tidak disebutkan jarak luncur guguran tersebut.

Menurut Kepala BPPTK Yogyakarta, Dr A Ratdomopurbo, ketetapan itu sebagai kesimpulan dari analisa kegempaan yang tetap menyimpulkan bahwa jumlah kegempaan gunung itu masih berfluktuasi dalam jumlah yang tinggi. Sehari sebelumnya terjadi guguran lava dengan jarak luncur 1.500 meter masuk ke Kali Lamat, Kabupaten Magelang.

"Memang berdasar data selama tiga hari terakhir jumlah kegempaan terdapat kecenderungan menurun. Tapi kita tidak boleh lengah," ujarnya sambil mengingatkan pengalaman erupsi pada 2001. Pada sisi lain, dengan tidak terjadinya gempa vulkanik dangkal bisa diartikan sekarang magma Gunung Merapi sudah makin mendekati permukaan dan membuat gundukan yang bentuknya mirip leher yang memanjang ke atas setinggi lebih dari sepuluh meter di atas puncak.

"Ini menandakan magma tersebut siap dimuntahkan, karena berdasarkan pengalaman letusan sebelumnya, hanya butuh beberapa hari lagi untuk mengeluarkan magma tersebut, meski tetap tergantung dari kekuatan gundukan magma itu sendiri," kata Ratdomopurbo. smc/kcm

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

0 comments:

There was an error in this gadget

Iris : GGD

And i don't want the world to see me, 'cause i don't think that they'd understand, when everything's made to be broken, i just want you to know who i am,,,

My Project

Recent Post