Popular Post

Sugeng Rawuh ---> Welcome ---> Ahlan wa Sahlan ---> Selamat Datang di Ngroto,Gubug,Grobogan

Thursday, February 10, 2011

Melepas Mimpi di Langgar Kali


"Gubrak"...suara itu sejenak membangunkan lamunanku. Tampak samar-samar dikejauhan, seorang lelaki tua mulai menata posisi sepeda onthel yang sempat ambruk karena tidak kuat menahan beban tumpukan karung penuh padi basah. Satu persatu "kadut bagor" (karung) bertulisakn PUSRI coba ditata kembali keatas onthel.

Suatu siang di Kauman Ngroto, hari itu cuaca terasa gerah, sengatan matahari seakan menembus pori-pori kulit, rumah tempatku ngiyup semaki
n terasa menyempit, sumpek, sumuk, panas ono kabeh. Hasrat untuk mencari suasana yang lebih baik akhirnya membawaku ke sebuah tempat di pinggir desa. "Langgar Kalikulon", begitu kami di Ngroto menyebutkan nama sebuah bangunan sekitar 3x4 meter berbentuk rumah panggung, terdapat dipinggir sungai irigasi yang bermuara di Kali Tuntang, dan sering digunakan oleh masyarakat untuk melakukan sholat & sekedar beristirahat melepas lelah setelah sehariaan bergelut dengan lumpur sawah.


Sesampai di Langgar Kalikulon, nuansa sejuk, isis, ayem, seger langsung terasa menerpa tubuh. Hamparan padi yang menguning di sebelah barat, suara gemricik air yang melewati pintu air di selatan, rimbunan bermacam pepohonan yang tumbuh di timur & utara, teriakan riang anak-anak kecil yang sedang "Jor-joran, bluron" di Kali depan Langgar, serta tiupan semilir angin yang perlahan mulai merubah gaya klasik sisiran rambutku, semakin membuatku terhanyut dalam bermacam lamunan tentang keasrian & keunikan Desa Ngroto.

Suara sepeda onthel yang ambruk kembali menyadarkanku. Terlihat kenyataan didepan mata, hamparan puluhan hektar tanaman padi yang sudah memasuki masa panen membuatku tertegun kembali. Disela rerimbunan tanaman padi & panasnya terik matahari, puluhan orang tetap asyik "ngarit, ngedos, nggepyak, tetek". Beberapa diantara mereka ada yang tampak mulai sibuk memasukkan butiran - butiran padi basah kedalam "kadut" untuk diangkat ke pinggir jalan, ada yang bersusah payah "manggul kadut" melewati "galengan" yang "mathol", dan ada yang sedang sibuk menata tumpukan kadut untuk dinaikkan ke onthel mereka.
Semangat kerja keras & pantang mengeluh tampak nyata dalam raut - raut wajah yang mulai keriput menua.
Next....

1 comments:

Anonymous said...

gaweanku kui

There was an error in this gadget

Iris : GGD

And i don't want the world to see me, 'cause i don't think that they'd understand, when everything's made to be broken, i just want you to know who i am,,,

My Project

Recent Post