Popular Post

Sugeng Rawuh ---> Welcome ---> Ahlan wa Sahlan ---> Selamat Datang di Ngroto,Gubug,Grobogan

Sunday, January 21, 2007

Penggantian Pelatih Harus Dikaji Lagi


Rahmad Darmawan
.....................
Penggantian Pelatih Harus Dikaji Lagi

Timnas Indonesia memetik hasil terburuk pada Piala AFF karena gagal melaju ke semifinal. Pada tiga Piala Tiger terakhir, tim Merah-Putih selalu lolos ke semifinal. Sebelum turun ke Piala AFF 2007 ini, pelatih Peter Withe ditargetkan membawa timnas cukup ke final saja. Kenyataannya lolos ke penyisihan grup pun tak mampu.
Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengisyaratkan Withe akan diganti. Sebetulnya apa yang menyebabkan kegagalan ini? Apakah keputusan mengganti pelatih di saat timnas akan bertanding di Piala Asia Juni 2007 tepat? Berikut pandangan Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC yang pernah menjadi asisten pelatih timnas kala ditangani Ivan Kolev pada periode 2000-2003, seperti dituturkan pada Erwin Fitriansyah.
****
“Saya terkejut dengan hasil polesan Peter Withe saat pertama kali menangani timnas di Piala tiger 2004. Terkejut dalam artian positif.
Penampilan timnas saat itu cukup bagus dengan pelatih baru. Dengan pola 3-4-3 yang diterapkan, timnas tampil luar biasa. Terus terang saya menaruh harapan yang besar setelah melihat penampilan cemerlang timnas, setidaknya di babak penyisihan.
Namun, seiring berjalannya waktu, justru penampilan timnas makin menurun. Mungkin di Indonesia Withe menghadapi masalah yang tidak dihadapi saat dia menangani timnas negara lain.
Kita juga tak tahu apa yang dihadapi Withe. Namun, ada beberapa kemungkinan masalah. Kualitas timnas berhubungan dengan kualitas kompetisi. Hal itu juga berhubungan dengan kualitas teknis dan mental pemain.
Dilihat dari kualitas pemain, bisa dibilang 80% anggota timnas sekarang adalah pemain terbaik di Indonesia. Kalau ada nama yang tak masuk, itu hak Withe. Siapa yang dipanggil tentu tergantung pada kebutuhan tim.
Secara teknis, saya melihat pemain kurang bisa menjabarkan dengan baik pola yang diinginkan Withe di lapangan. Pemain kita perlu penjabaran lebih sederhana dalam menerapkan pola.
Dua tahun lalu, formasi 3-5-2 dimodifikasi jadi 3-4-3. Sedikit saja perubahannya, tapi hasilnya cukup memuaskan. Soal pola ini, Withe juga sudah mencoba untuk memperkenalkan pola 4-4-2. Sebetulnya pemain punya cukup waktu untuk mengenal pola ini dengan baik.
Pelatih harus cepat untuk memberikan instruksi pada pemain, sebaliknya pemain juga idealnya cepat untuk bisa menerapkan instruksi di lapangan. Mungkin komunikasi tak berjalan dengan sempurna karena setahu saya sampai saat ini Withe belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.
Semasa persiapan, Withe mencoba dan menyeleksi banyak pemain. Itu hal yang wajar dilakukan. Apalagi kalau tujuannya untuk mempersiapkan tim turun di Piala Asia 2007.

Evaluasi di Lapangan

Sekarang coba kita evaluasi di lapangan. Di partai pertama lawan Laos, pemain kita terlalu banyak membuang kesempatan. Mereka sering tergesa-gesa dalam menyelesaikan peluang.
Di partai kedua, ada perbaikan dalam segi permainan, tapi kebugaran pemain kelihatan menurun. Soal rotasi, saya melihat itu bagian dari strategi Withe. Ia mungkin berpikir untuk mengistirahatkan pemain yang staminanya dinilai menurun. Kalau yang terjadi malah penampilan tim tak bagus, itu risiko dan menjadi bagian dari pertandingan.
Di pertandingan lawan Singapura, kita bisa tampil bagus. Motivasi pemain luar biasa sehingga stamina mereka kelihatan tak terlalu menurun.
Padahal kalau dilihat dari jadwal dan lawan, pada pertandingan ketiga ini sebetulnya fisik pemain paling rendah dibanding dua pertandingan sebelumnya. Yang patut dipertanyakan kenapa mereka bisa bermain dengan motivasi tinggi justru di pertandingan ketiga? Kenapa hal itu kurang terlihat di partai sebelumnya?
Sekarang dengan kegagalan ini posisi Withe akan diganti. Menurut saya, keputusan ini perlu dikaji lebih jauh lagi. Kita harus konsolidasi ke dalam lebih dulu.
Efek positif kalau pelatih diganti tentu penyegaran. Setidaknya pemain yang belum terpanggil ke timnas punya harapan baru namanya akan dilirik pelatih baru.
Efek negatifnya kita tak punya banyak waktu untuk bersiap ke Piala Asia 2007. Saya pikir pemain sebetulnya juga masih berharap ditangani oleh Withe.
Pelatih baru tentu harus melakukan inventarisasi masalah yang dihadapi timnas sebelumnya. Ia juga harus menginventarisasi pemain.
Apalagi kalau pelatih yang ditunjuk nanti pelatih asing. Ia harus melewati proses adaptasi. Sulit untuk beradaptasi dengan waktu yang sempit.
Apa pun keputusan nanti atau siapa pun yang ditunjuk nanti, kita akan menghadapi lawan yang sangat berat di Piala Asia. Dengan pembagian grup yang sudah dilakukan, peluang kita untuk lolos penyisihan sangat berat. Sebaiknya kita jangan terlalu banyak berharap untuk lolos. Mencuri poin, satu atau dua adalah hasil yang realistis mengingat lawan kita amat tangguh. Yang jelas kegagalan ini membuktikan kita masih harus banyak berbenah sebelum bermain di Piala Asia.”

0 comments:

There was an error in this gadget

Iris : GGD

And i don't want the world to see me, 'cause i don't think that they'd understand, when everything's made to be broken, i just want you to know who i am,,,

My Project

Recent Post