Popular Post

Sugeng Rawuh ---> Welcome ---> Ahlan wa Sahlan ---> Selamat Datang di Ngroto,Gubug,Grobogan

Tuesday, July 3, 2007

Ngroto dalam Berita

22-3-2000 Sumber : TEMPO INTERAKTIF

Tanggal Pembukaan Kongres PDI-P Diubah Lagi;
Gus Dur Bermalam di Semarang

TEMPO Interaktif, Semarang: Untuk ketiga kalinya jadwal pelaksanaan Kongres PDIP kembali mengalami perubahan. Panitia semula telah menjadwalkan pembukaan kongres pertama partai banteng gemuk itu Selasa, 28 Maret mendatang. Itu sudah diundur sehari dari jadwal semula untuk menyesuaikan dengan agenda Presiden Abdurrahman Wahid yang diminta untuk membukanya.

Namun, Rabu (22/3) siang tadi panitia mengumumkan jadwal terbaru. Pembukaan Kongres I PDIP oleh Gus Dur dijadwalkan pada Senin, 27 Maret 2000, pukul 13.00 WIB. Dengan demikian, pembukaan Kongres mengikuti jadwal pertama yang dikeluarkan panitia dan hanya bergeser beberapa jam.

Menurut Koordinator Sekretariat Panitia Daerah, Suharto, jadwal baru itu merupakan jadwal pasti yang kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan lagi.

"Secara resmi memang baru akan disebarkan besok pagi. Tapi jadwal itu sudah pasti dan tidak akan berubah lagi," ujar Suharto kepada TEMPO Interaktif, Rabu sore.

Usai makan siang dan istirahat 27 Maret nanti, Gus Dur akan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiah Giri Kusumo di Mranggen Demak. Perjalanan kemudian diteruskan oleh ziarah ke Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Yang istimewa, menurut Suharto, malam harinya presiden keempat RI itu akan menginap di wisma PDI-P, Wisma Perdamaian.

Kepastian bahwa Gus Dur akan datang dan membuka kongres partai pimpinan 'adiknya' itu diputuskan dalam pertemuan antara Megawati dan Gus Dur, sepulang si Mbak dari tanah suci, Senin (20/3) kemarin. (Prast)

___________________________________________________________________________________________

Banjir

Sumber : SINAR HARAPAN

Kamis, 05 Februari 2004

Di Jawa Tengah, setelah pekan lalu terjadi longsor di Kabupaten Purworejo, kali ini bencana banjir terjadi di Kabupaten Grobogan, tepatnya di Kecamatan Gubug. Banjir merendam 10 dari 21 desa yang ada di kecamatan tersebut. Menurut Camat Gubug, Puji Raharjo, kesepuluh desa itu adalah Tri Sari, Genggangtani, Jeketro, Ngroto, Papanrejo, Rowosari, Kengsi, Kwaron, Kemiri dan Gubug.
“Hampir seluruh desa itu terendam total dengan tinggi air mencapai pinggang orang dewasa. Hanya desa Kemiri saja yang tidak terlalu parah dan hanya menimpa dua RW. Akibat banjir itu komunikasi dan transportasi ke seluruh desa putus total,” jelas Camat Puji Raharjo kepada SH, Rabu (4/2) petang.
Dikatakan, hingga Rabu petang, air belum surut. Hal itu menyebabkan pihaknya kesulitan mengidentifikasi korban dan menghitung kerugian karena terhalang air yang masih tinggi. Puji Raharjo mengatakan, banjir yang mulai memasuki desa-desa tersebut mulai pukul 20.30 WIB, Selasa (3/2) itu, terjadi karena alur Sungai Tuntang meluap.
Meluapnya sungai itu, kata Puji Raharjo, tidak hanya disebabkan hujan deras yang terjadi di Gubug, namun hal itu juga karena banjir kiriman dari daerah atas, yakni Tuntang, Salatiga.

Selain merendam 10 desa, banjir itu juga memutuskan arus transportasi antar kota. Baik jalan raya maupun rel kereta api. Ruas jalan yang berada pada jalur utama Semarang-Grobogan, tepatnya yang berada di Desa Gubug putus total. Jalan tersebut terbelah menjadi dua dan menyebabkan kubangan sedalam tak kurang dari 7 meter.

______________________________________________________________________________

Sabtu, 26 Mei 2007
2 Tewas, 8 Luka Berat

Sumber : RADAR SEMARANG

Tabrakan Karambol
DEMAK - Tabrakan karambol, kemarin, terjadi di ruas Jalan Raya Karangawen-Mranggen kilometer 17, tepatnya di Jalan Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen. Kecelakaan melibatkan mobil angkutan jurusan Semarang-Karangawen nopol H 1162 AE dengan 4 sepeda motor sekaligus.

Yakni, sepeda motor Honda H 3427 ZE; Yamaha Vega H 2583 UH; Honda Legenda H 3953 BE; serta Honda Supra H 3335 HE. Akibatnya, pengendara motor Honda nopol H 3427 ZE, Masrukin, 30, dan Maryamah, 50, warga Dukuh Sidorejo, Desa Singopadan, Kecamatan Karangawen, tewas seketika di lokasi kejadian.

Kedua korban merupakan anak menantu dan mertua. Mereka meninggal dunia setelah bertabrakan dengan angkot. Sementara, korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Mereka yang mengalami luka-luka adalah Asiyatun, 30, warga Desa Tlogorejo, Tegowanu, Grobogan; Ainin, 22, warga Ngrimbu, Kecamatan Karangawen; dan Fitriyani, 20, warga Cimanggis, Jawa Barat. Ketiga korban tersebut merupakan penumpang angkot nahas tersebut.

Korban mengalami luka-luka terkena pecahan kaca angkot, setelah mobil yang ditumpangi menabrak sepeda motor di depannya. Selain itu, korban luka lainnya pengendara motor Yamaha Vega, Ngatiyem, 20; dan suaminya Budi Wibowo, 23. Keduanya warga Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur yang juga buruh pabrik Appareal Semarang.

Kemudian, pengendara motor Honda Legenda Mundianingsih, 35, warga Desa Tlogorejo, Guntur serta pemboncengnya Sungatnah, 23, warga Desa Pundenarum, Karangawen serta seorang pengendara motor Supra bernama Mustainah, 28, warga Desa Bogosari, Guntur. Korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat. Antara lain, RS Pelita Anugrah Mranggen, dan RS Pantiwiloso Semarang. Rata-rata korban mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuhnya akibat terjatuh dari sepeda motor.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan lalulintas bermula ketika dari arah Karangawen (timur) menuju arah Mranggen (barat) melaju kendaraan bermotor yang dikendarai Masrukin dan Maryamah. Sepeda motor yang dikendarai keduanya, bermaksud menyalip sebuah mobil tak dikenal.

Nahas bagi keduanya. Diduga korban mengambil posisi terlalu ke kanan hingga melebihi marka jalan. Padahal, pada saat bersamaan, dari arah Mranggen (barat), meluncur sebuah angkutan umum sarat penumpang.

Akibatnya, karena posisi terlalu berdekatan, tabrakan tak terhindarkan. Pengendara motor, Masrukin dan Maryamah langsung terpental dan jatuh ke arah sebelah kiri jalan. Mereka tewas seketika. Tak hanya itu. Drama tabrakan rupanya masih berlanjut. Sebab, setelah bertabrakan dengan motor pertama, angkot yang disopiri Sukari, 33, warga Desa Ngroto, Gubug, Grobogan, tiba-tiba nyelonong ke arah kanan, mengikuti arah motor yang sebelumnya terjatuh. Akibatnya fatal. Sebab, saat itu, dari arah Karangawen, muncul tiga motor berjalan beriringan di belakang motor pertama yang terjatuh.

Tabrakan karambol pun terjadi. Ketiga pengendara motor Vega, Legenda, dan Supra langsung terjatuh ke jalan raya setelah saling bertabrakan. Peristiwa ini membuat warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah menolong para korban.

Kanit Laka Satlantas Polres Demak, Iptu Mulyono, mengimbau, seharusnya para pengendara tak perlu saling kebut-kebutan apalagi saling menyalip satu sama lainnya. Sebab, hal itu bisa memicu terjadinya kecelakaan seperti yang telah terjadi. "Pengendara motor agar lebih tertib di jalan," terangnya. Sementara itu, akibat kecelakaan ini, sempat memacetkan arus lalulintas di jalur Semarang-Grobogan tersebut selama berjam-jam. Maklum, kecelakaan terjadi saat jam kerja. (hib)

______________________________________________________________________________

Rabu, 27 September 2006

Sumber : SUARA MERDEKA

Jatuh saat Menambang Batu

GROBOGAN - Kastami (30) warga Desa Tanggungharjo, Grobogan, kemarin tewas ketika dalam perjalanan menuju ahli sangkal putung Ngroto, Gubug. Dia mengalami patah tulang karena jatuh dari tempat penambangan batu di desanya, Jumat (22/9). Menurut saksi Darwanto (30), saat kejadian buruh penggali batu itu tengah menambang batu milik H Kasno, tetangganya. Tiba-tiba batu yang dipanjat itu longsor. Dia pun langsung terpental ke belakang. Akibatnya, kepala dan tulang punggungnya retak. Oleh keluarga, korban langsung dilarikan ke RS Roemani Semarang. Setelah mendapatkan perawatan, mendadak keluarga meminta izin pihak rumah sakit untuk membawa korban ke ahli sangkal putung di Ngroto, Gubug. Sebenarnya pihak rumah sakit sudah melarang. Sebab lelaki itu dalam kondisi terluka parah. Namun keluarga terus mendesak hingga akhirnya diizinkan membawa korban ke Ngroto. Namun dalam perjalanan, korban meninggal dunia. (A23-16m)

0 comments:

There was an error in this gadget

Iris : GGD

And i don't want the world to see me, 'cause i don't think that they'd understand, when everything's made to be broken, i just want you to know who i am,,,

My Project

Recent Post